Dapat Kartu Merah di Laga Arsenal vs Chelsea, Pedro Neto Dicap Idiot

Megadream99 – Chris Sutton tak tahan. Mantan striker Chelsea itu melihat Pedro Neto berjalan keluar lapangan setelah kartu merah, dan satu kata meluncur dari mulutnya: idiot.

“Idiot,” katanya usai laga.

Chelsea kalah 1-2 dari Arsenal. Tiga gol dari tiga sepak pojok. Tapi yang bikin Sutton naik pitam bukan gol-gol itu. Bukan juga kekalahan tim tamu. Tapi cara Neto merusak laga yang masih bisa diperjuangkan.

Ini bukan yang pertama. Pekan lalu, Wesley Fofana kena kartu merah lawan Burnley. Sebelumnya, ada yang lain. Selalu berbeda pemain, selalu masalah yang sama.

Reece James, kapten Chelsea, mengakui ini sudah jadi kebiasaan buruk.

“Kami sudah membahasnya berkali-kali. Setiap kali orangnya berbeda, bukan pemain yang sama,” ujarnya seusai laga.

James bicara soal kartu merah. Tujuh kartu merah musim ini. Satu setiap empat laga. Untuk tim yang memburu tiket Liga Champions, angka itu bunuh diri.

“Kami main di liga terkeras di dunia. Lawan siapa pun, 11 vs 11 saja susah. 11 vs 10 lebih berat lagi,” imbuhnya.

Ia kecewa. Tapi ia juga bilang tim harus bangkit. Masalahnya, lawan Rabu nanti adalah Aston Villa. Dan Villa juga sedang limbung.

Sentilan Pada Pedro Neto

Neto masuk daftar panjang kartu merah Chelsea musim ini dengan cara paling bodoh: kartu kuning pertama karena protes, kartu kuning kedua karena tekel telat yang tak perlu.

Sutton, yang kini jadi pengamat, tak bisa menahan kekesalan.

“Dari sudut pandang Chelsea, Pedro Neto benar-benar mengecewakan mereka. Benar-benar idiot dikeluarkan dengan cara seperti itu,” cetusnya dikutip dari Football365.

Empat menit. Itu jarak antara kartu kuning pertama dan kedua Neto. Empat menit yang menghancurkan sisa laga Chelsea. Dari 1-1 dan mulai percaya diri, jadi tertinggal dan kehilangan satu pemain.

Robert Sanchez Tak Luput dari Kritikan

Tapi kartu merah bukan satu-satunya dosa Chelsea. Ada Robert Sanchez di bawah mistar.

Gary Neville menyaksikan dari studio Sky Sports. Ia melihat kiper asal Spanyol itu kebobolan dua gol—satu dari sundulan Saliba, satu lagi sundulan Timber. Tapi yang bikin Neville gregetan bukan golnya.

“Robert Sanchez kacau balau. Dia merengek tanpa alasan,” ujar Neville.

Momen yang dimaksud Neville terjadi setelah gol kedua Arsenal. Sanchez protes, merasa dilanggar. Padahal bola sudah masuk. Padahal ia salah baca arah umpan silang.

“Lihat Sanchez, sedikit pun dia nggak kena bola. Kiper yang sangat buruk. Dia salah baca arah bola. Harinya benar-benar jelek. Di darat, di udara,” sambung Neville.

Neville yakin Sanchez tahu dirinya tak dilanggar. Tapi ia menciptakan protes karena sadar salah antisipasi. Masalahnya, wasit tak peduli. Gol tetap sah.

” Chelsea main cukup baik sampai momen itu. Tapi sejak protes Sanchez, momentum berbalik,” pungkas Neville.

Tiga Tendangan Pojok, Tiga Gol, dan Satu Kekalahan

Arsenal menang 2-1. Tiga gol lahir dari sepak pojok. Yang pertama Saliba memanfaatkan kemelut. Yang kedua bunuh diri Hincapie. Yang ketiga Timber menyundul masuk.

Chelsea sebenarnya tak kalah telak. Mereka imbang 1-1 sampai menit 66. Tapi setelah Neto merah, segalanya buyar.

James menutup wawancaranya dengan nada datar.

“Kecewa pulang dengan tangan kosong. Saat 1-1, kami punya peluang. Kiper mereka melakukan penyelamatan bagus. Tapi mereka dapat sepak pojok dan mencetak gol.”

Rabu nanti, Villa datang ke Stamford Bridge. Laga yang pekan lalu terasa biasa, sekarang terasa seperti final.

BACA JUGA

Arsenal Kalahkan Chelsea dengan Cara Paling Arsenal!
Arsenal Raja Bola Mati, Chelsea Terkapar karena Disiplin Buruk di Derbi London
Bruno Fernandes Cetak Sejarah di Manchester United, Lampaui Rekor David Beckham
Jurrien Timber Ajak Arsenal Nikmati Perburuan Gelar Premier League

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *