Sikap Lamine Yamal Gagal Raih Ballon d’Or 2026 Jadi Sorotan

Pemain Spanyol Lamine Yamal berbicara setelah memenangkan penghargaan Pemain Muda Terbaik Pria dalam acara seremoni Ballon dOr di Teater London Palladium di London, Inggris, Senin, 26 Oktober 2026 (c) AP Photo/Kin Cheung

Megadream99 – Lamine Yamal meninggalkan malam gala Ballon d’Or 2026 tanpa trofi utama, tetapi juga tanpa penyesalan berlebihan. Bintang muda Barcelona itu harus menerima kenyataan setelah finis di belakang Harry Kane dan Kylian Mbappe.

Menurut laporan SPORT, Yamal sempat berharap bisa membawa pulang penghargaan paling bergengsi dalam sepak bola tersebut. Namun, ia mulai menduga Kane akan menjadi pemenang ketika delegasi Barcelona tiba di London.

Meski gagal meraih Ballon d’Or untuk tahun kedua secara beruntun, Yamal tetap membawa pulang Trofi Kopa untuk ketiga kalinya berturut-turut. Pencapaian itu menegaskan konsistensinya sebagai salah satu talenta muda paling menonjol di dunia.

Kekecewaan memang tidak bisa sepenuhnya dihindari, tetapi Yamal menerima hasil pemungutan suara dengan sikap sportif. Pemain berusia 19 tahun itu memilih beristirahat dan mengalihkan perhatian pada target berikutnya bersama Barcelona.

Lamine Yamal Mulai Menduga Harry Kane Bakal Menang

Lamine Yamal Mulai Menduga Harry Kane Bakal Menang

Harry Kane meraih Ballon dOr di London Palladium Theatre, London, Inggris, Selasa (27/10/2026). (c) AP Photo/Kin Cheung

Menjelang gala Ballon d’Or 2026, delegasi Barcelona sempat memiliki optimisme bahwa Yamal mampu merebut penghargaan utama. Namun, suasana menjelang acara perlahan memunculkan dugaan bahwa Kane akan keluar sebagai pemenang.

Identitas pemenang kategori utama memang dijaga ketat sebelum pengumuman resmi. Sementara itu, Barcelona sudah mengetahui bahwa Yamal akan kembali mendapatkan Trofi Kopa setelah mengungguli rekan setimnya, Pau Cubarsi, dengan selisih suara tipis.

Menurut SPORT, Yamal sendiri mulai memperkirakan hasil tersebut sekitar sepekan sebelum malam penghargaan. Lokasi acara di London, kota asal Kane, turut memperkuat kesan bahwa penyerang Bayern Munich itu berpeluang besar menang.

Kehadiran sejumlah petinggi Bayern Munich di London juga menarik perhatian Yamal. Ia menilai kehadiran mereka sebagai tanda bahwa klub Jerman tersebut memiliki harapan besar untuk membawa pulang penghargaan melalui Kane.

Gagal Juara, Yamal Tetap Menatap Masa Depan

Gagal Juara, Yamal Tetap Menatap Masa Depan

Pemain Barcelona, Lamine Yamal, merayakan gol kelima timnya dalam pertandingan La Liga melawan Rayo Vallecano, Selasa (1/9/2026). (c) AP Photo/Joan Monfort

Kemenangan Kane tidak membuat Yamal menunjukkan reaksi negatif terhadap hasil penghargaan. Ia menerima keputusan tersebut dengan lapang dada dan tetap bertekad mengejar Ballon d’Or pada masa mendatang.

Pada usia 19 tahun, Yamal sudah tiga kali masuk dalam daftar 10 besar Ballon d’Or dan dua kali finis di podium. Catatan tersebut menjadi modal penting bagi pemain Barcelona itu untuk terus bersaing di level tertinggi.

Sebelum acara, Yamal sempat mempertimbangkan perayaan pribadi di sebuah restoran ternama di London jika berhasil menang. Bahkan, beberapa anggota staf keamanan Barcelona dilaporkan sempat mencari lokasi yang sesuai untuk rencana tersebut.

Namun, rencana itu akhirnya tidak dilanjutkan karena peluang kemenangannya dinilai semakin kecil. Yamal memilih makan malam bersama pasangannya, Ines Garcia, di kamar hotel sebelum beristirahat dan kembali memusatkan perhatian pada kariernya.

Sumber: Barca Universal

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *