Masih Ada Alasan Bagi Liverpool Untuk Optimis Bisa Comeback Melawan PSG: Halo Barcelona!

Megadream99Liverpool akan menjamu PSG di leg kedua babak perempat final Liga Champions 2025/2026 di Anfield, Rabu (15/04/2026) dini hari WIB.

Di leg pertama pekan lalu di Paris, Liverpool membuat kejutan dengan memakai formasi tiga bek. Sayangnya penampilan The Reds jauh dari harapan.

Mereka kesulitan mengancam gawang PSG. Justru pasukan Luis Enrique kerap menekan pertahanan Liverpool.

PSG akhirnya menang 2-0 meski harusnya bisa unggul dengan skor lebih besar lagi. Kini leg kedua akan dilangsungkan di markas Liverpool di Anfield.

Bisakah Liverpool melakukan comeback? Berikut beberapa faktor yang mendukung The Reds membalikkan keadaan melawan PSG.

Rekor Apik Melawan Tim Prancis

Rekor Apik Melawan Tim Prancis

Dalam laga kandang dan tandang melawan klub-klub asal Prancis, Liverpool mencatatkan 21 kemenangan, 13 kekalahan, dan tiga hasil imbang. Menariknya, tidak ada satu pun dari 37 pertandingan tersebut yang berakhir tanpa gol.

Catatan ini menunjukkan bahwa setiap pertemuan Liverpool dengan tim Prancis selalu menghadirkan gol. Artinya, laga-laga tersebut cenderung berlangsung terbuka dan penuh aksi.

Saat bermain di Anfield, dominasi Liverpool atas tim Prancis semakin terlihat jelas. Dari 18 pertandingan, mereka mampu meraih 14 kemenangan, hanya kalah tiga kali, dan sekali bermain imbang.

Tiga kekalahan itu terjadi saat menghadapi Marseille pada 2008, Lyon pada 2009, dan PSG pada 2025. Selebihnya, Liverpool mampu menjaga keperkasaan mereka di kandang sendiri dengan hasil-hasil positif.

Catatan Positif di Anfield

Catatan Positif di Anfield

Tak satu pun dari tujuh pertemuan antara Liverpool (3 kemenangan) dan PSG (4 kemenangan) di semua kompetisi berakhir imbang. Dari tiga kemenangan The Reds, dua di antaranya diraih saat bermain di kandang.

Laga ini kembali menegaskan betapa sengitnya duel kedua tim setiap kali bertemu. Tidak ada ruang untuk hasil seri dalam rivalitas yang selalu menghasilkan pemenang tersebut.

Selain itu, ini akan menjadi kali kelima Liverpool menjamu juara bertahan Liga Champions. Dalam empat kesempatan sebelumnya, mereka harus menelan kekalahan dalam tiga laga awal.

Dua kekalahan itu datang saat menghadapi Real Madrid dan satu lainnya saat melawan Barcelona. Namun, Liverpool mampu membalikkan tren dengan kemenangan 2-0 atas Real Madrid pada November 2024 di bawah asuhan Arne Slot.

Konsistensi Lini Serang dan Pertahanan Kokoh

Konsistensi Lini Serang dan Pertahanan Kokoh

The Reds memiliki catatan mencetak gol yang bagus. Liverpool hanya gagal mencetak gol dalam sembilan dari total 58 pertandingan Eropa terakhir mereka.

Catatan itu menunjukkan konsistensi lini serang yang cukup tajam di kompetisi tersebut. Di sisi lain, lini pertahanan mereka tampil cukup solid.

Liverpool mampu mencatatkan 12 clean sheet dari 22 pertandingan Eropa terakhir. Lima di antaranya diukir pada musim ini.

Ada Harapan Dari 3 Pemain Kunci, Termasuk Salah

Ada Harapan Dari 3 Pemain Kunci, Termasuk Salah

Florian Wirtz menjadi motor kreativitas Liverpool di Liga Champions musim ini. Ia tercatat menciptakan 28 peluang dari permainan terbuka, terbanyak dibanding pemain lain.

Kontribusi besar juga datang dari Dominik Szoboszlai yang unggul dalam situasi bola mati. Gelandang asal Hungaria itu telah menciptakan 14 peluang dari skema tersebut, menjadikannya yang paling produktif di kategori ini.

Sementara itu, Mohamed Salah tetap jadi ancaman utama di lini depan. Tak ada pemain lain yang mampu menciptakan peluang besar lebih banyak darinya, dengan total delapan peluang emas sejauh ini.

Halo Barcelona!

Halo Barcelona!

Jika butuh dorongan semangat yang luar biasa, Liverpool bisa melihat kembali perjalanan mereka pada musim 2018/2019 silam. Saat itu mereka sukses menciptakan keajaiban melawan Barcelona yang masih diperkuat Lionel Messi.

Di leg pertama di Spanyol, Barca melahap The Reds 3-0. Di leg kedua, Liverpool mengamuk.

Mereka berhasil membalikkan skor berkat kemenangan telak 4-0! Mereka mencetak gol melalui Divock Origi (7’, 79’) dan Gini Wijnaldum (54’, 56’).

Padahal saat itu Liverpool kehilangan beberapa pemain kunci, di antaranya Mohamed Salah dan Roberto Firmino. Virgil van Dijk dkk. bisa menggunakan memori laga tersebut untuk memompa semangat juang mereka menghadapi PSG nanti.

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *