Vozinha memegang bendera negaranya setelah laga Piala Dunia 2026 Grup H antara Spanyol vs Cape Verde di Atlanta, 15 Juni 2026 (c) AP Photo/Mike Stewart
Megadream99 – Nama Vozinha mendadak menjadi perbincangan dunia setelah membantu Cape Verde menahan imbang Spanyol tanpa gol (0-0) di Piala Dunia 2026. Namun, bagi masyarakat negaranya, sang kiper sebenarnya sudah lama berstatus legenda.
Penampilan gemilang Vozinha menjadi faktor utama di balik salah satu hasil paling mengejutkan pada turnamen sejauh ini. Tujuh penyelamatan penting yang ia lakukan membuat Spanyol gagal memanfaatkan dominasi mereka sepanjang pertandingan.
Di balik performa tersebut, tersimpan perjalanan panjang seorang pemain yang sempat diremehkan, hampir pensiun dari tim nasional, hingga akhirnya menjadi simbol kebangkitan sepak bola Cape Verde di panggung dunia.
Tujuh Penyelamatan dan Air Mata di Akhir Pertandingan

Aksi Vozinha dalam laga Spanyol vs Tanjung Verde di fase grup Piala Dunia 2026, Senin (15/6/2026). (c) AP Photo/Colin Hubbard
Vozinha tampil sebagai pemain terbaik pertandingan saat Cape Verde menahan Spanyol 0-0. Selain tujuh penyelamatan krusial, ketenangan dan kepemimpinannya membantu tim tetap percaya diri menghadapi tekanan lawan.
Kiper yang baru berusia 40 tahun beberapa pekan sebelum turnamen dimulai itu juga mencatat sejarah tersendiri. Ia menjadi pemain tertua kedua yang menjalani debut di Piala Dunia dan yang tertua untuk tim yang tampil pertama kali di ajang tersebut.
Usai peluit panjang berbunyi, Vozinha tidak mampu menahan emosinya. Ia menangis sebelum dipeluk erat oleh Stopira, mantan pemain senior Cape Verde yang kembali dari masa pensiun karena pengaruh emosionalnya terhadap skuad.
“Ia menangis karena saya dibesarkan oleh kakek dan nenek saya dan mereka tidak bisa berada di sini. Mereka sudah meninggal dunia,” kata Vozinha setelah pertandingan.
Ibu saya juga tidak bisa hadir karena masalah visa dan biaya yang harus kami keluarkan. Kami tidak sempat menyelesaikannya tepat waktu.”
Nama yang Menyimpan Kisah Masa Kecil

Vozinha dalam laga Spanyol vs Tanjung Verde di fase grup Piala Dunia 2026, Senin (15/6/2026). (c) AP Photo/Mike Stewart
Nama asli Vozinha adalah Josimar Jose Evora Dias. Nama Josimar dipilih ayahnya sebagai penghormatan kepada bek kanan Brasil, Josimar, yang mencuri perhatian pada Piala Dunia 1986.
Saat masih muda di Pulau Sao Vicente, Cape Verde, ia kerap diabaikan oleh pelatih karena dianggap terlalu kecil. Kesempatan mulai datang setelah tubuhnya mengalami pertumbuhan pesat pada akhir masa remajanya.
Karier profesional Vozinha baru dimulai saat usianya memasuki pertengahan 20-an. Ia meninggalkan kampung halamannya untuk bergabung dengan klub Angola, Progresso, sebelum berkarier di Siprus, Slovakia, Moldova, dan Portugal.
Debut internasionalnya terjadi pada 2012. Hingga kini, hanya Ryan Mendes yang memiliki jumlah penampilan lebih banyak untuk Cape Verde, dan keduanya menjadi bagian dari seluruh turnamen besar yang pernah diikuti negara tersebut, termasuk empat edisi Piala Afrika dan Piala Dunia 2026
Perjalanan Panjang Vozinha
Perjalanan menuju putaran final Piala Dunia 2026 ini tidak berjalan mulus. Vozinha sempat kehilangan tempat di tim nasional selama kualifikasi Piala Afrika terakhir dan mulai mempertimbangkan untuk mengakhiri karier internasionalnya.
“Itu masa yang sangat sulit. Saya berpikir untuk berhenti dari tim nasional. Semua rekan setim berbicara kepada saya dan mendorong saya untuk bertahan karena Piala Dunia. Saya bertahan karena itu, karena itu adalah mimpi saya dan mimpi kami semua,” katanya kepada Goalkeeper.com.
Keputusan tersebut akhirnya berbuah manis. Penampilan heroiknya membantu Cape Verde mencatat salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia sekaligus membuktikan bahwa tim-tim yang dianggap kecil mampu bersaing di level tertinggi.