Megadream99 – Timnas Turki harus menerima kenyataan pahit di Piala Dunia 2026. Meski masih menyisakan satu pertandingan di Grup D, tim asuhan Vincenzo Montella sudah dipastikan gagal melaju ke babak 32 Besar.
Kepastian itu datang setelah Turki menelan kekalahan kedua secara beruntun. Setelah takluk 0-2 dari Australia, Turki kembali kehilangan poin usai kalah tipis 0-1 dari Paraguay.
Hasil tersebut menjadi ironi besar bagi Turki yang sebelumnya dipandang sebagai salah satu kandidat kuda hitam di turnamen ini. Mereka tampil dominan dalam dua laga awal, tetapi gagal mengubah superioritas permainan menjadi kemenangan.
Masalah utama Turki kembali terlihat jelas saat menghadapi Paraguay. Mereka menciptakan banyak peluang dan menguasai pertandingan, tetapi buruknya penyelesaian akhir membuat perjuangan mereka berakhir lebih cepat.
Turki Tumbang Meski Paraguay Bermain dengan 10 Pemain

Turki tersingkir setelah kalah 0-1 dari Paraguay yang harus bermain dengan 10 pemain sejak akhir babak pertama. Gol tunggal Matias Galarza menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion San Francisco Bay Area tersebut.
Paraguay mencetak gol ketika pertandingan baru berjalan 65 detik. Galarza melepaskan tembakan jarak jauh ke sudut kanan bawah gawang setelah menerima umpan cerdas dari Julio Enciso.
Turki sebenarnya memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan sebelum jeda. Mert Muldur hampir mencetak gol melalui sundulan dari umpan silang Hakan Calhanoglu, tetapi bola lebih dulu membentur mistar lalu tiang gawang.
Situasi semakin menguntungkan Turki setelah Miguel Almiron mendapat kartu merah langsung pada masa tambahan waktu babak pertama. Keputusan itu diambil setelah VAR meninjau insiden ketika Almiron menutupi mulutnya saat berbicara dengan Muldur. Namun, Turki gagal mencetak gol hingga laga usai.
Dominasi Tanpa Gol ala Turki

Kegagalan Turki bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga efektivitas. Mereka melepaskan 32 tembakan melawan Paraguay dengan nilai expected goals (xG) mencapai 2,1, tetapi tidak satu pun berakhir menjadi gol.
Catatan tersebut mengulang masalah yang sama seperti saat menghadapi Australia. Turki memiliki banyak peluang, tetapi ketajaman di lini depan menjadi faktor yang menghancurkan peluang mereka bertahan di turnamen.
Kenan Yildiz dan Hakan Calhanoglu menjadi pemain yang paling aktif mencoba peruntungan. Keduanya masing-masing melepaskan enam tembakan, tetapi hanya satu tembakan tepat sasaran di antara mereka.
Turki yang sempat disebut sebagai calon kuda hitam akhirnya mengikuti jejak Haiti sebagai tim yang tersingkir lebih awal. Sementara Paraguay masih menjaga peluang finis di posisi kedua Grup D saat menghadapi Australia pada laga berikutnya.