Megadream99 – Turki harus menelan pil pahit setelah kalah 0-1 dari Paraguay pada matchday kedua Grup D Piala Dunia 2026. Duel yang berlangsung di San Francisco Bay Area Stadium, California, Sabtu (20/6/2026), itu sekaligus memastikan langkah tim berjuluk The Crescent-Star itu terhenti lebih cepat.
Hasil tersebut membuat Turki belum meraih satu pun poin dari dua pertandingan. Sebelumnya, mereka juga tumbang dengan skor 0-2 saat menghadapi Australia pada laga pembuka grup.
Meski gagal melaju ke fase berikutnya, penampilan Turki sebenarnya tidak sepenuhnya mengecewakan. Mereka mampu mendominasi penguasaan bola dan terus menekan Paraguay, terutama sepanjang babak kedua.
Pelatih Vincenzo Montella pun menilai timnya masih memiliki banyak hal positif untuk dibawa pulang. Menurutnya, pengalaman pahit di turnamen ini dapat menjadi modal penting untuk membangun tim yang lebih kuat di masa depan.
Tetap Tegak Meski Perjalanan Berakhir

Pertandingan berjalan sulit bagi Turki sejak menit-menit awal. Paraguay berhasil mencuri keunggulan cepat melalui tendangan keras Matias Galarza dari luar kotak penalti pada menit kedua.
Situasi sempat berubah menjelang turun minum ketika Paraguay kehilangan Miguel Almiron. Sang pemain menerima kartu merah setelah insiden dengan bek Turki, Mert Muldur.
Unggul jumlah pemain membuat Turki semakin agresif pada babak kedua. Namun berbagai peluang yang diciptakan gagal berbuah gol hingga peluit panjang berbunyi.
Montella meminta para pemainnya untuk tetap bangga dengan perjuangan yang telah ditunjukkan sepanjang pertandingan. “Mereka perlu keluar dari ruang ganti dengan perasaan sedih karena kita semua sedih, tetapi mereka perlu meninggalkan ruang ganti dengan kepala tegak. Mereka tidak punya alasan untuk menyalahkan diri sendiri terkait perilaku atau komitmen mereka,” ujarnya di laman resmi FIFA.
Kekecewaan Jadi Modal Bangkit di Masa Depan

Kegagalan lolos dari fase grup tentu menjadi pukulan besar bagi Turki. Namun Montella tidak ingin timnya larut dalam kekecewaan yang berkepanjangan.
Pelatih asal Italia itu menilai pengalaman menghadapi tekanan di panggung sebesar Piala Dunia akan memberikan pelajaran berharga bagi skuadnya. Ia percaya para pemain dapat memanfaatkan momen sulit ini untuk meningkatkan kualitas permainan mereka.
Menurut Montella, proses perkembangan sebuah tim tidak selalu berjalan mulus. Terkadang, kegagalan justru menjadi bahan pembelajaran paling berharga untuk membentuk karakter dan mental yang lebih kuat.
“Saya yakin pelajaran ini pasti akan memungkinkan kita untuk berkembang sebagai tim. Kekecewaan ini, kepahitan ini, kita akan berkembang sebagai tim ke depannya.”
Turki masih menyisakan satu pertandingan di Grup D. Mereka dijadwalkan menghadapi Amerika Serikat pada Jumat, 26 Juni 2026 pukul 09.00 WIB di Los Angeles Stadium sebelum menutup perjalanan mereka di turnamen ini.