Piala Presiden 2026: Bruno Moreira Siap Jalani Reuni Emosional dengan Persebaya

Megadream99Piala Presiden 2026 akan menghadirkan laga yang sarat emosi ketika Port FC menghadapi Persebaya Surabaya pada pertandingan terakhir Grup B. Duel ini menjadi momen spesial bagi Bruno Moreira yang kembali bertemu klub yang pernah dibelanya.

Bruno meninggalkan Persebaya pada awal musim, tetapi hubungan emosional dengan klub dan Bonek tetap terjaga. Selama tiga musim memperkuat Bajul Ijo, pemain asal Brasil itu menghadirkan banyak kenangan manis sebagai kapten tim.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (1/8/2026), bukan sekadar reuni. Bruno kini datang dengan misi membawa Port FC meraih kemenangan dan mengamankan tiket ke semifinal.

Bruno Moreira Utamakan Kepentingan Port FC

Bruno memastikan laga melawan Persebaya memiliki arti penting baginya. Namun, ia menegaskan target utama tetap membantu Port FC meraih hasil maksimal.

“Seperti yang selalu saya katakan sebelumnya, pentingnya laga lawan Persebaya sama dengan laga-laga lain. Kami datang ke sini untuk memberikan yang terbaik dan meraih tiga poin, dan lolos ke babak selanjutnya. Itulah mentalitas yang kami bawa ke sini.”

Pemain berusia 27 tahun itu juga menyerahkan sepenuhnya keputusan komposisi pemain kepada pelatih. Port FC memang beberapa kali melakukan rotasi sepanjang turnamen pramusim ini.

Bruno mengaku proses adaptasinya bersama klub asal Thailand tersebut berjalan lancar. Dukungan rekan-rekan setim membuatnya cepat memahami permainan yang diterapkan Port FC.

“Sejauh ini, adaptasi bagus. Port FC punya banyak pemain hebat. Jadi, adaptasi sangat mudah. Mereka pemain baik di dalam dan luar lapangan. Adaptasi saya sangat bagus. Jadi, saya harap bisa meningkatkan sisi sepak bola saya bersama Port FC.”

Port FC Ingin Bangkit Setelah Ditahan Persija

Port FC datang ke laga ini setelah bermain imbang 2-2 melawan Persija Jakarta. Hasil tersebut membuat mereka turun ke posisi kedua klasemen sementara Grup B Piala Presiden 2026.

Bruno mengakui timnya sempat kehilangan konsentrasi setelah unggul dua gol. Kondisi itu dimanfaatkan Persija untuk mengejar ketertinggalan hingga pertandingan berakhir sama kuat.

“Itu laga yang ketat. Kami tahu Persija tim bagus dengan pemain bagus, tapi kami ke sini untuk menang. Di babak pertama, kami unggul dua gol, tetapi kami tiba-tiba nge-blank dan kebobolan dua gol yang seharusnya tidak terjadi. Itu telah terjadi dan kami akan melakukan evaluasi untuk lebih baik di laga selanjutnya.”

Menghadapi Persebaya, Port FC membutuhkan kemenangan untuk menjaga peluang melangkah lebih jauh di Piala Presiden 2026. Sementara itu, bagi Bruno, laga ini akan menjadi pertemuan emosional yang tetap harus dijalani secara profesional.

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *