Kobbie Mainoo mencetak gol dalam laga Manchester United vs Liverpool di Premier League, Minggu (3/5/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson
Megadream99 – Kobbie Mainoo kembali menunjukkan kualitasnya bersama Manchester United. Penampilan apik saat menghadapi Ipswich menjadi bukti bahwa gelandang berusia 21 tahun itu telah berkembang pesat sejak Michael Carrick mengambil alih tim.
Mainoo bahkan mendapatkan pujian tinggi dari Harry Maguire. Bek Manchester United tersebut menyebut Mainoo sebagai “monster” di lini tengah karena kemampuannya memenangkan bola kedua dan duel.
Situasi itu menjadi perubahan besar bagi Mainoo setelah sempat tersisih di era Ruben Amorim. Ia bahkan hampir meninggalkan Old Trafford dengan status pinjaman pada Januari lalu sebelum Amorim dipecat pada akhir bulan tersebut.
Kini, Mainoo kembali menjadi bagian penting dalam rencana Manchester United. Perkembangannya dalam aspek permainan tanpa bola menjadi salah satu perubahan paling menonjol sejak Carrick menangani Setan Merah.
Mainoo Menjawab Kepercayaan Carrick

Manajer Manchester United, Michael Carrick (c) AP Photo/Dave Thompson
Mainoo belum pernah menjadi starter di Premier League sebelum Carrick ditunjuk sebagai pelatih Manchester United. Namun, mantan gelandang United tersebut segera mengembalikannya ke dalam skuad utama dan menjadikan Mainoo salah satu pemain penting pada paruh kedua musim lalu.
Mainoo kemudian membangun kombinasi solid bersama Casemiro dalam skema 4-2-3-1 racikan Carrick. Setelah gelandang asal Brasil itu meninggalkan klub pada akhir musim lalu, Mainoo mendapat peran lebih dalam saat Manchester United menghadapi Ipswich.
Laga tersebut menjadi starter pertama Mainoo sejak akhir musim lalu. Meski sebelumnya tidak bermain satu menit pun di Piala Dunia dan minim menit bermain pada pramusim, ia langsung tampil impresif dalam kemenangan 5-2 atas Ipswich.
Perkembangan Mainoo, terutama ketika Manchester United tidak menguasai bola, menjadi sorotan utama. Maguire melihat perubahan tersebut secara langsung dan menilai Mainoo kini jauh lebih agresif dalam merebut bola serta memenangkan duel di lini tengah.