Megadream99 – Masa depan Liam Rosenior bersama Chelsea semakin disorot setelah kekalahan 0-3 dari Brighton & Hove Albion di Amex Stadium. Hasil tersebut memicu spekulasi soal kondisi ruang ganti yang tidak kondusif.
Performa tim di lapangan menimbulkan pertanyaan. Para pemain dinilai tidak menunjukkan intensitas yang cukup saat menghadapi tekanan lawan. Isu soal hubungan internal pun mulai ramai dibicarakan.
Chelsea juga menyamai catatan buruk dengan kebobolan 11 gol dari sepak pojok dalam satu musim. Rekor ini menjadi yang terburuk sejak tiga dekade terakhir. Situasi tersebut memperbesar kekecewaan suporter.
Di sisi lain, mereka menelan lima kekalahan beruntun tanpa mencetak gol. Catatan ini belum pernah terjadi sejak 1912. Masalah di lini belakang dan depan terjadi secara bersamaan.
Bermain untuk Klub

Rosenior menanggapi anggapan bahwa pemain tidak lagi mengikuti arahannya. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab utama pemain adalah terhadap klub, bukan individu.
“Ini bukan tentang bermain untuk saya, ini tentang bermain untuk klub. Ini tentang bermain untuk seragam tim, tentang bermain untuk memenangkan pertandingan sepak bola,” ujar Liam Rosenior.
“Saya bisa berbicara tentang apa yang saya lihat malam ini dan kalian bisa mengartikannya sesuka hati,” tegasnya.
Situasi ini berbeda dengan kondisi sebelumnya saat Chelsea masih bersaing di papan atas. Dalam beberapa pekan, performa mereka turun cukup tajam.
Sorotan pada Hubungan Internal

Tekanan publik turut mengarah pada dugaan adanya jarak antara pelatih dan pemain. Rosenior memahami penilaian tersebut, terutama setelah melihat performa tim.
Absennya Cole Palmer dan Joao Pedro karena cedera memang berpengaruh. Namun, kondisi itu tidak sepenuhnya menjelaskan penurunan performa tim.
“Menilai dari performa itu, sepertinya memang ada keterputusan hubungan, saya tidak akan berbohong. Saya tidak merasa ada jarak antara saya dan pemain karena kami bekerja sangat dekat,” lanjutnya.
“Setelah malam ini, saya pikir para pemain juga perlu bercermin untuk apa yang sudah mereka berikan di lapangan.”
Masalah pada Hal Dasar
Rosenior menilai kekalahan ini bukan sekadar soal taktik. Ia melihat tim gagal menjalankan aspek dasar permainan.
“Taktik itu datang setelah dasar-dasar permainan dilakukan, seperti keberanian untuk bermain, memenangkan duel, hingga memenangkan sundulan. Penampilan malam ini sangat tidak bisa diterima,” terangnya.
“Performa itu sendiri sudah sangat telak dan berdiri melawan semua hal yang saya yakini selama ini,” tutupnya.
Tanpa perbaikan, peluang tampil di kompetisi Eropa semakin menipis. Chelsea kini berada di posisi ketujuh dengan 48 poin. Mereka tertinggal tujuh angka dari Liverpool di peringkat kelima dan perlu segera memperbaiki hasil sebelum musim berakhir.