Timnas Singapura dalam pertandingan melawan Kamboja pada laga pertama penyisihan Grup A Piala AFF 2024 di National Stadium, Singapura (11-12-2024) (c) X/FAS
Megadream99 – Timnas Indonesia akan menghadapi laga penentuan saat bertandang ke markas Singapura pada pertandingan terakhir Grup A Piala AFF 2026. Duel yang digelar di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026) malam WIB, akan menentukan nasib skuad Garuda dalam perebutan tiket semifinal.
Posisi Indonesia kini berada dalam tekanan setelah kalah 0-3 dari Vietnam pada pertandingan sebelumnya. Sementara itu, Singapura menempati peringkat kedua klasemen dengan koleksi tujuh poin, sama seperti Vietnam, sehingga hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan langkah ke babak semifinal.
Bagi Timnas Indonesia, skenarionya sangat jelas. Skuad Garuda wajib meraih kemenangan jika ingin tetap menjaga peluang lolos ke fase gugur.
Tantangan tersebut dipastikan tidak mudah. Singapura datang dengan salah satu lini pertahanan terbaik di Grup A setelah mencatat kemenangan 2-1 atas Kamboja, menang 2-0 melawan Timor Leste, dan menahan Vietnam tanpa gol.
Sepanjang fase grup, Singapura baru sekali kebobolan, yakni saat menghadapi Kamboja. Catatan itu menjadi bukti bahwa lini belakang mereka layak diwaspadai dan harus mampu ditembus Timnas Indonesia jika ingin melanjutkan perjalanan di Piala AFF 2026.
Berikut gambaran kekuatan lini belakang Singapura yang akan menjadi ujian bagi skuad Garuda.
Solid di Jantung Pertahanan
Pelatih Singapura, Gavin Lee, mengandalkan formasi empat bek sejajar dengan organisasi pertahanan yang disiplin. Di bawah mistar, Mohamad Izwan selalu dipercaya menjadi pilihan utama dalam tiga pertandingan fase grup.
Kiper berusia 36 tahun itu hanya kebobolan satu gol sejauh ini. Setelah sempat memungut bola dari gawang saat melawan Kamboja, Izwan mencatat dua clean sheet beruntun ketika menghadapi Timor Leste dan Vietnam.
Duet bek tengah Hariss Harun dan Jacob Mahler juga menjadi fondasi utama pertahanan Singapura. Hariss membawa pengalaman besar dengan koleksi 152 caps dan 11 gol bersama tim nasional, sementara Mahler yang berusia 26 tahun tampil semakin matang dalam sistem permainan Gavin Lee.
Dengan tinggi 1,84 meter, Mahler juga unggul dalam duel udara. Bek berdarah Singapura-Denmark tersebut memiliki fleksibilitas bermain karena mampu mengisi posisi gelandang bertahan apabila dibutuhkan.
Bek Sayap Rajin dan Disiplin
Selain duet bek tengah yang solid, Singapura memiliki dua bek sayap yang aktif membantu pertahanan maupun serangan. Lionel Tan di sisi kanan dan Ryhan Stewart di sektor kiri tampil konsisten sepanjang turnamen.
Lionel Tan menunjukkan disiplin tinggi saat menjaga area pertahanan. Penyerang sayap Vietnam, Nguyen Dinh Bac, dibuat kesulitan mengembangkan permainan ketika berhadapan dengannya.
Di sisi lain, Ryhan Stewart menjadi pilihan utama Gavin Lee di sektor kiri. Bek milik Lion City Sailors itu tampil penuh saat Singapura bermain imbang tanpa gol melawan Vietnam.
Kemampuan Stewart bermain di beberapa posisi membuatnya menjadi salah satu pemain paling fleksibel di skuad Singapura. Duelnya dengan Eliano Reijnders berpotensi menjadi salah satu pertarungan menarik dalam laga nanti.
Sukses Meredam Ketajaman Vietnam
Ketangguhan lini belakang Singapura terlihat jelas saat mereka menahan imbang Vietnam di Hanoi. Meski lebih banyak berada dalam tekanan, para pemain bertahan Singapura mampu menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan.
Hariss Harun dan Jacob Mahler tampil disiplin dalam mengawal lini depan Vietnam. Nguyen Xuan Son mendapatkan penjagaan ketat sehingga Vietnam lebih banyak mengandalkan tembakan jarak jauh, bola mati, dan umpan silang.
Statistik pertandingan memperlihatkan efektivitas pertahanan Singapura. Dari total 24 tembakan yang dilepaskan Vietnam, hanya tiga yang tepat sasaran, sementara sisanya berhasil diblok, melenceng, atau gagal menembus rapatnya pertahanan lawan.
Catatan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Timnas Indonesia. Patrick Kluivert dan jajaran pelatih harus menemukan cara untuk membongkar pertahanan Singapura, dengan harapan Mitchell Baker mampu menjadi pembeda di lini depan Garuda.
Disadur dari: Bola.com/Vincentius Atmaja