Megadream99 – Liverpool harus menunggu kontribusi lebih besar dari Florian Wirtz setelah pemain asal Jerman itu belum mampu mengulangi produktivitasnya bersama Bayer Leverkusen. Didatangkan dengan nilai transfer hingga 116 juta pounds (sekitar Rp2,5 triliun), Wirtz baru mencatat 18 kontribusi gol dalam 55 pertandingan untuk The Reds.
Sebelum pindah ke Inggris, Wirtz sudah membuktikan kualitasnya selama lima musim bersama Leverkusen. Ia mengoleksi 57 gol dan 65 assist dari 197 penampilan atau 122 kontribusi gol sebelum berusia 23 tahun.
Namun, catatan tersebut mengalami penurunan cukup tajam setelah Wirtz mengenakan seragam Liverpool. Ia baru menghasilkan tujuh gol dan 11 assist dari 55 pertandingan, dengan rata-rata 0,33 kontribusi gol per laga.
Angka tersebut menunjukkan penurunan sekitar 47 persen dibandingkan rata-rata 0,62 kontribusi gol per pertandingan yang dibukukannya selama membela Leverkusen. Situasi ini membuat performa Wirtz kembali mendapat sorotan, terutama setelah awal musim 2026/2027 yang belum berjalan sesuai harapan.
Produktivitas Wirtz Menurun di Liverpool

Wirtz datang ke Liverpool bukan hanya sebagai pemain muda dengan potensi besar. Ia sudah memiliki pengalaman lima musim di level senior bersama Leverkusen dan menjadi bagian penting dari keberhasilan klub tersebut menjuarai Bundesliga tanpa terkalahkan pada musim 2023/2024.
Pada musim terakhirnya di BayArena, Wirtz mencatat 16 gol dan 15 assist dari 45 pertandingan. Produktivitas tersebut membuatnya meninggalkan Jerman dengan reputasi sebagai salah satu pemain muda paling produktif di Eropa.
Jika dihitung berdasarkan seluruh kariernya bersama Leverkusen, Wirtz mencatat satu kontribusi gol setiap sekitar 1,6 pertandingan. Bersama Liverpool, angka tersebut berubah menjadi satu kontribusi gol dalam hampir setiap tiga pertandingan.
Perubahan tersebut terjadi ketika Liverpool juga mengalami pergantian dan penyesuaian di dalam tim. Musim 2025/2026 berakhir dengan Liverpool hanya menempati posisi kelima setelah sebelumnya menjuarai Premier League, sementara Wirtz harus menjalani beberapa peran berbeda di lini serang.
Performa Wirtz Kembali Disorot

Pergantian pelatih turut menambah tantangan bagi Wirtz. Setelah Arne Slot meninggalkan Liverpool, Andoni Iraola datang dari Bournemouth dan membawa pendekatan taktik berbeda yang kembali harus dipelajari oleh pemain asal Jerman tersebut.
Wirtz sebenarnya sempat menunjukkan beberapa penampilan menjanjikan dengan bermain di luar posisi nomor 10 konvensional. Namun, awal musim 2026/2027 kembali menghadirkan pertanyaan setelah ia hanya mencatat satu assist dalam enam penampilan pertamanya.
Performa Wirtz ketika Liverpool menang 1-0 atas Bournemouth juga mendapat perhatian. Jamie Carragher bahkan mempertanyakan apakah masalah tersebut masih sekadar persoalan performa yang sedang menurun dan menyarankan Wirtz tidak menjadi starter ketika Liverpool menghadapi Manchester City.
Penilaian tersebut menunjukkan meningkatnya tekanan terhadap pemain yang didatangkan dengan harga tinggi. Namun, Iraola justru memberikan penilaian berbeda dan melihat kontribusi Wirtz tidak hanya dari jumlah gol maupun assist.
Iraola Tetap Puas dengan Kontribusi Wirtz

Iraola menyampaikan pandangan positif terhadap Wirtz sebelum pertandingan melawan Bournemouth. Pelatih Liverpool tersebut menegaskan bahwa ia sangat senang dengan kontribusi sang gelandang serang.
“Dia memahami apa yang kami butuhkan darinya,” ujar Iraola. “Dia tentu ingin menambah assist atau gol, tetapi dia membantu kami dalam banyak hal berbeda.”
Penilaian tersebut menunjukkan bahwa Iraola melihat peran Wirtz dari aspek yang lebih luas daripada sekadar statistik akhir. Kemampuan bergerak di antara lini, menciptakan ruang, dan membantu permainan menyerang tetap menjadi bagian penting dari kontribusinya.
Meski demikian, catatan gol dan assist tetap sulit diabaikan karena produktivitas merupakan salah satu alasan Liverpool bersedia membayar hingga 116 juta pounds. Di Leverkusen, Wirtz mampu menggabungkan kreativitas dengan kemampuan mencetak gol yang membuat nilainya meningkat pesat.
Selisih Produktivitas Wirtz Sangat Besar

Perbandingan statistik menunjukkan besarnya perbedaan produktivitas Wirtz setelah pindah ke Inggris. Dengan rata-rata 0,62 kontribusi gol per pertandingan di Leverkusen, ia secara teoritis akan menghasilkan sekitar 34 kontribusi gol dalam 55 penampilan, bukan 18 seperti yang dicatat bersama Liverpool.
Perbedaan tersebut tidak berarti Wirtz harus meniru angka yang sama persis seperti ketika bermain di Bundesliga. Perbedaan kompetisi, sistem permainan, peran pemain dan kondisi tim membuat perbandingan statistik tidak bisa menjadi satu-satunya ukuran performa.
Namun, penurunan hampir separuh dalam kontribusi langsung terhadap gol tetap menjadi catatan penting. Liverpool tentu berharap Wirtz dapat menemukan kembali produktivitas yang membuatnya menjadi salah satu pemain paling menonjol di Leverkusen.
Untuk saat ini, belum ada indikasi Liverpool secara aktif ingin menjual Wirtz. Akan tetapi, jika penurunan produktivitas terus berlanjut, perdebatan mengenai masa depan pemain berusia 23 tahun itu kemungkinan akan semakin besar.
Sumber: Sports Mole