Megadream99 – Erling Haaland dan sejumlah pemain Manchester City kini berada di tengah ketidakpastian setelah klub dinyatakan bersalah atas mayoritas perkara pelanggaran aturan finansial Premier League. Putusan komisi independen tersebut berkaitan dengan periode 2009 hingga 2018 dan belum menghasilkan sanksi olahraga final.
Situasi itu memunculkan pertanyaan baru mengenai kontrak para pemain. Menurut barrister olahraga Paul Gilroy KC, secara teori, pemain dapat memiliki dasar hukum untuk mengakhiri hubungan kerja apabila tindakan klub dianggap melanggar kewajiban tersirat terkait kepercayaan dan keyakinan dalam hubungan kerja.
Namun, kemungkinan tersebut belum berarti para pemain City otomatis berstatus bebas transfer. Manchester City masih memiliki hak untuk mengajukan banding terhadap putusan tersebut hingga 2 Oktober 2026, sementara sanksi kasusnya juga belum diputuskan.
Putusan Finansial Picu Ketidakpastian
Komisi independen menyatakan City melakukan pelanggaran serius terhadap aturan finansial Premier League selama sembilan musim. Temuan tersebut mencakup penggunaan kontrak komersial yang disebut tidak mencerminkan kesepakatan sebenarnya, penyampaian laporan keuangan yang tidak akurat, serta pelanggaran batas pengeluaran.
Manchester City membantah tuduhan tersebut dan menyatakan akan menggunakan jalur banding. Karena proses hukum masih berjalan, dampak langsung terhadap kontrak pemain belum dapat dipastikan.
Ahli Hukum Jelaskan Kemungkinan Pemutusan Kontrak
Dalam podcast Stick to Football, Gilroy menjelaskan bahwa kontrak kerja memiliki kewajiban tersirat berupa hubungan saling percaya antara pekerja dan pemberi kerja.
Menurutnya, seorang pemain secara teori dapat berargumen bahwa klub telah melanggar kewajiban tersebut. Jika argumen itu memenuhi persyaratan hukum yang berlaku, pemain dapat mencoba mengakhiri kontraknya tanpa harus menunggu kontrak berakhir.
Pernyataan itu menjadi dasar munculnya spekulasi mengenai masa depan sejumlah pemain Manchester City, termasuk Haaland. Namun, Gilroy membahas kemungkinan hukum secara umum dan bukan menyatakan bahwa Haaland telah memiliki dasar sah untuk meninggalkan City saat ini.
Banding City Jadi Penentu Berikutnya
Manchester City dijadwalkan menggunakan hak banding terhadap putusan komisi independen. Premier League menyatakan proses penentuan sanksi akan berlangsung secara terpisah dan bersifat rahasia sampai hasilnya dapat dipublikasikan.
Oleh karena itu, status kontrak pemain masih berada dalam wilayah spekulasi. Untuk Haaland, belum ada informasi bahwa ia telah mengambil langkah hukum untuk mengakhiri kontraknya.
Perkembangan banding dan keputusan lanjutan dalam kasus tersebut akan menjadi faktor penting dalam menentukan konsekuensi bagi klub maupun para pemainnya. Sampai proses tersebut selesai, kemungkinan pemain meninggalkan Etihad Stadium secara gratis tetap merupakan skenario hukum yang dibahas, bukan keputusan yang telah terjadi.
Sumber: GOAL