Masa Depan Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal Kembali Diragukan

Pemain Portugal Cristiano Ronaldo bertepuk tangan saat meninggalkan lapangan setelah digantikan dalam pertandingan UEFA Nations League kontra Wales, Kamis (24/9/2026). (c) AP Photo/Armando Franca

Megadream99 – Masa depan Cristiano Ronaldo bersama Timnas Portugal kembali menjadi tanda tanya. Elma Aveiro, kakak tertua sang megabintang, menilai peluang adiknya kembali memperkuat negaranya lebih kecil dibandingkan kemungkinan mengakhiri karier internasional.

Pernyataan tersebut muncul setelah Ronaldo meninggalkan pemusatan latihan lebih awal akibat perselisihan yang diduga melibatkan pelatih Jorge Jesus. Pemain berusia 41 tahun itu merasa tidak dihormati dan menuding adanya pelanggaran kepercayaan yang serius.

Ronaldo kemudian meminta maaf kepada masyarakat Portugal dan rekan-rekan setimnya. Ia juga menyatakan siap menerima sanksi federasi sepak bola Portugal atas tindakannya. Meski situasi sempat mereda, pernyataan Elma kembali memunculkan keraguan mengenai kelanjutan karier internasional pemilik lima Ballon d’Or tersebut.

Kakak Cristiano Ronaldo Ragukan Kepulangan ke Timnas Portugal

Elma Aveiro mengungkapkan bahwa kemungkinan Ronaldo kembali mengenakan seragam Timnas Portugal saat ini tidak terlalu besar. Dalam wawancara yang dikutip A Bola, ia menilai konflik yang terjadi telah meninggalkan luka bagi kedua pihak.

“Lebih mungkin jawabannya ‘tidak’ daripada ‘ya’,” ujar Elma mengenai peluang Ronaldo kembali ke skuad Portugal.

Ia menilai Ronaldo dan Jorge Jesus sama-sama terluka akibat persoalan tersebut. Elma juga menganggap situasi itu belum menemukan jalan keluar yang jelas.

“Ini sangat rumit. Ketika kita dikhianati, sangat sulit untuk kembali seperti semula,” katanya.

Elma mengaku sedih melihat perlakuan yang diterima adiknya. Menurut dia, masyarakat Portugal seolah melupakan kontribusi besar Ronaldo selama membela negara.

“Saya merasa sedih karena masyarakat Portugal, sayangnya, melupakan apa yang sudah dilakukan dan berpikir bahwa sekarang semuanya harus dilakukan secara berbeda,” ucap Elma.

Peluang Kembali Sebelum UEFA Nations League

Sebelum pernyataan Elma muncul, Ronaldo masih berpeluang kembali memperkuat Timnas Portugal pada fase gugur UEFA Nations League mulai Maret. Ia sebelumnya mengungkapkan dua ambisi terakhir dalam karier sepak bolanya, yakni meraih gelar Nations League tambahan dan mencapai 1.000 gol sepanjang karier.

Namun, Ronaldo sempat mendapat skorsing sementara sesuai aturan federasi terkait tindakan meninggalkan pemusatan latihan. Ia berpotensi menerima larangan bermain untuk negaranya selama satu hingga enam bulan.

Jika tidak kembali, Portugal masih dapat mempertimbangkan pertandingan perpisahan khusus untuk menghormati salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola internasional. Situasi tersebut akan menjadi akhir yang menyedihkan apabila karier Ronaldo bersama negaranya benar-benar berakhir secara mendadak.

Sebelumnya, Katia Aveiro, kakak Ronaldo lainnya, pernah meyakini Piala Dunia 2026 akan menjadi penampilan terakhir adiknya bersama Portugal. Akan tetapi, hubungan Ronaldo dengan tim nasional sempat berlanjut setelah turnamen tersebut.

Penurunan Performa Ronaldo Jadi Perdebatan

Di luar konflik terbaru, performa Ronaldo bersama Timnas Portugal juga telah menjadi bahan perdebatan selama beberapa tahun terakhir. Ia tampil kurang efektif pada Piala Dunia 2022 dan akhirnya kehilangan tempat utama selama turnamen berlangsung.

Ronaldo juga gagal mencetak gol di Euro 2024. Setelah itu, ia kembali mengalami kesulitan pada pertandingan pembuka Portugal di Piala Dunia 2026 melawan RD Kongo. Dua gol saat menghadapi Uzbekistan mengakhiri rentetan 10 pertandingan tanpa gol di turnamen besar.

Produktivitasnya di level klub turut mengalami perubahan setelah meninggalkan Real Madrid pada usia 33 tahun. Namun, kepindahannya ke Al Nassr di Arab Saudi kembali mendongkrak catatan golnya, termasuk ketika ia mencetak rata-rata setidaknya satu gol per pertandingan liga pada musim 2023/2024.

Ronaldo tetap menjadi salah satu pemain terbesar sepanjang masa. Meski demikian, penurunan pengaruhnya di level internasional memunculkan pertanyaan apakah ia sebaiknya mengakhiri karier bersama Portugal sebelum konflik terbaru terjadi.

Sumber: Sports Illustrated

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *