Barcelona Sudah Tepat Memilih Anthony Gordon daripada Rashford

Dari kiri, pemain Barcelona Jules Kounde, Lamine Yamal, Anthony Gordon, dan Rodri merayakan gol dalam laga La Liga antara Barcelona vs Getafe di Barcelona, Spanyol, Sabtu, 10 Oktober 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Megadream99 – Barcelona mengambil keputusan besar pada bursa transfer musim panas lalu dengan memilih merekrut Anthony Gordon daripada mempermanenkan Marcus Rashford. Keputusan tersebut sempat mengundang pertanyaan, tetapi performa Gordon pada awal musim 2026-27 mulai memperlihatkan alasan di balik pilihan klub Catalan tersebut.

Rashford sebelumnya tampil cukup produktif selama menjalani masa peminjaman di Barcelona. Ia mencatatkan 14 gol dan 15 assist dalam 49 penampilan, tetapi klub akhirnya memilih berinvestasi lebih besar untuk mendatangkan Gordon dari Newcastle.

Kini, Gordon mulai memberikan kontribusi nyata bagi tim asuhan Hansi Flick. Dari 10 pertandingan pertama Barcelona musim ini, pemain berusia 25 tahun tersebut sudah tujuh kali menjadi starter dengan catatan dua gol dan lima assist.

Gordon Menawarkan Solusi Berbeda dari Rashford

Rashford tetap memiliki peran penting dalam keberhasilan Barcelona meraih gelar musim lalu. Kecepatan, penyelesaian akhir, dan kemampuannya menyerang ruang kosong membuatnya menjadi opsi berharga di lini depan. Namun, pengaruhnya cenderung berkurang ketika Barcelona menghadapi lawan yang bertahan dengan rapat.

Sistem pressing agresif yang diterapkan Flick juga menuntut kontribusi besar dari pemain saat tim kehilangan bola. Dalam aspek ini, Gordon menawarkan karakter permainan yang lebih sesuai dengan kebutuhan Barcelona. Ia tidak hanya mengandalkan kecepatan, tetapi juga aktif menekan lawan dan membantu pertahanan.

Intensitas dan Pergerakan Gordon Cocok dengan Sistem Flick

Kekuatan utama Gordon terletak pada etos kerjanya tanpa bola. Ia rajin melakukan pressing, mengikuti pergerakan bek sayap lawan, serta mencari ruang untuk meregangkan pertahanan. Pergerakan tersebut membantu Barcelona mempertahankan intensitas permainan dan menyulitkan lawan membangun serangan dari belakang.

Kehadirannya juga memberikan keseimbangan dalam serangan. Ketika Lamine Yamal banyak menerima bola di sisi kanan, Gordon bisa menyerang ruang di sayap kiri tanpa terus meminta bola ke kakinya. Pergerakan itu membuka jalur umpan bagi Pedri dan pemain kreatif lainnya untuk membongkar pertahanan lawan.

Barcelona Berinvestasi untuk Masa Depan

Keputusan tidak mempermanenkan Rashford bukan berarti Barcelona meragukan kualitas pemain Inggris tersebut. Klub tampaknya menilai Gordon lebih sesuai dengan kebutuhan taktik Flick sekaligus rencana jangka panjang mereka. Pada usia 25 tahun, ia juga masih memiliki ruang untuk berkembang dan berpotensi mempertahankan performa terbaiknya selama beberapa musim ke depan.

Meski demikian, 10 pertandingan belum cukup untuk memberikan penilaian akhir terhadap transfer Gordon. Nilai transfer yang besar juga membawa tekanan tersendiri bagi sang pemain. Namun, kontribusi dua gol dan lima assist dalam 10 laga awal menjadi indikasi positif bahwa ia mampu beradaptasi dengan tuntutan Barcelona.

Rashford membantu Barcelona meraih kesuksesan pada musim lalu, sedangkan Gordon kini dipercaya menjadi bagian dari proyek jangka panjang klub. Jika mampu menjaga konsistensi dan terus memenuhi tuntutan pressing Flick, Gordon berpeluang membuktikan bahwa keputusan Barcelona merekrutnya merupakan investasi yang tepat.

Sumber: Barca Universal

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *