Liga Champions: Italia Terpuruk ke Posisi Kesembilan dalam Perebutan Slot Tambahan

Thibaut Courtois menghentikan tembakan Lautaro Martinez di pertandingan Real Madrid vs Inter Milan (c) AP Photo/Bernad Armangue

Megadream99 – Peluang Italia memperoleh jatah tambahan di Liga Champions musim 2027-2028 mulai menipis. Setelah rangkaian pertandingan antarklub Eropa terbaru, Italia berada di posisi kesembilan dalam peringkat koefisien asosiasi UEFA.

Posisi tersebut membuat Serie A menghadapi persaingan berat untuk mendapatkan tiket kelima ke kompetisi elite Eropa. Italia saat ini mengoleksi koefisien 5,214, tertinggal dari sejumlah negara yang bersaing memperebutkan dua slot tambahan.

Jatah tersebut dikenal sebagai European Performance Spot (EPS), yang diberikan kepada dua asosiasi dengan performa terbaik di kompetisi UEFA sepanjang musim. Inggris dan Spanyol memperoleh tambahan tempat untuk edisi 2025-2026 dan 2026-2027, sedangkan Italia dan Jerman mendapatkannya pada musim 2024-2025.

Bagaimana Slot Tambahan Liga Champions Ditentukan?

UEFA memberikan dua tempat tambahan kepada liga dari dua negara dengan nilai tertinggi dalam peringkat koefisien asosiasi pada akhir musim sebelumnya. Penilaian ini mencakup hasil klub di Liga Champions, Liga Europa, dan Liga Konferensi.

Setiap kemenangan bernilai dua poin, sedangkan hasil imbang menghasilkan satu poin. Kekalahan tidak memberikan poin, sementara poin dari pertandingan kualifikasi dan play-off dihitung setengahnya.

Klub juga bisa memperoleh poin bonus berdasarkan posisi akhir di fase liga serta pencapaian pada babak berikutnya. Seluruh poin klub dari satu negara kemudian dijumlahkan dan dibagi dengan jumlah klub negara tersebut yang berpartisipasi dalam kompetisi UEFA.

Sistem ini membuat konsistensi seluruh wakil sebuah negara menjadi faktor penting. Oleh karena itu, peluang Italia tidak hanya bergantung pada hasil klub besar seperti Inter Milan, Juventus, AC Milan, dan Napoli, tetapi juga kontribusi klub Italia lainnya di kompetisi Eropa.

Italia Tertinggal dari Inggris dan Portugal

Dalam pembaruan peringkat setelah pertandingan Eropa terbaru, Inggris memimpin dengan koefisien 6,611. Portugal menempati posisi kedua dengan 6,300, disusul Norwegia yang mengumpulkan 6,200.

Jerman berada di urutan keempat dengan 6,142, sedangkan Spanyol menempati posisi kelima dengan 6,125. Turki mengikuti di posisi keenam dengan 5,900, sementara Azerbaijan berada di urutan ketujuh dengan 5,625.

Yunani menempati posisi kedelapan dengan 5,400. Italia berada tepat di bawahnya dengan 5,214, nilai yang sama dengan Prancis di posisi kesepuluh.

Serie A Harus Mengejar Ketertinggalan

Posisi kesembilan membuat Italia perlu memperbaiki hasil klub-klubnya pada pertandingan Eropa berikutnya. Setiap kemenangan dapat membantu meningkatkan koefisien nasional, sedangkan hasil buruk berpotensi memperlebar jarak dengan para pesaing.

Persaingan masih berlangsung karena peringkat akhir ditentukan berdasarkan akumulasi hasil sepanjang musim. Namun, Italia perlu menunjukkan peningkatan yang konsisten jika ingin kembali masuk ke dua besar dan mengamankan tiket kelima Liga Champions.

Tanpa tambahan tempat tersebut, Serie A tetap memiliki empat jatah dasar untuk Liga Champions. Kesempatan memperoleh tiket kelima akan bergantung pada posisi akhir Italia dalam peringkat koefisien UEFA pada pengujung musim.

Sumber: Football Italia

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *