Kevin Diks terjatuh saat membela Timnas Indonesia pada laga FIFA ASEAN Cup 2026 lawan Thailand (c) Budy Santoso
Megadream99 – Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) akan menjalani proyek penguatan struktur lapangan mulai 30 Oktober 2026. Pekerjaan tersebut ditargetkan rampung pada April 2027 dan membuat stadion kebanggaan Indonesia itu tidak bisa digunakan untuk menggelar pertandingan sepak bola selama proses berlangsung.
Kondisi ini menjadi tantangan bagi Timnas Indonesia dan Persija Jakarta. Kedua tim harus mencari stadion alternatif untuk menggelar pertandingan kandang selama lapangan SUGBK menjalani renovasi.
Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) menjalankan proyek tersebut melalui penguatan struktur Field of Play (FOP). Langkah ini bertujuan meningkatkan daya dukung lapangan agar mampu mengakomodasi berbagai kegiatan olahraga dan hiburan berskala besar.
Proyek ini juga berkaitan dengan perubahan kebutuhan penyelenggaraan acara di SUGBK, termasuk konser musik internasional. Meski lapangan diperkuat, sejumlah agenda hiburan tetap dijadwalkan berlangsung di kawasan GBK selama masa pekerjaan.
Penguatan Struktur Lapangan SUGBK Dimulai 30 Oktober 2026

Pemain Timnas Indonesia merayakan gol Dean James pada laga final FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Thailand (c) Budy Santoso
PPKGBK menyebut penguatan struktur FOP sebagai bagian dari komitmen menghadirkan fasilitas olahraga berstandar dunia yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan. Direktur Utama PPKGBK, Rakhmadi A. Kusumo, menegaskan proyek ini merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas dan keamanan stadion.
“Penguatan struktur ini adalah investasi untuk memastikan bahwa SUGBK tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga mampu mengakomodasi perkembangan kebutuhan penggunaan publik secara global, sekaligus memperkuat kualitas dan keamanan,” ujar Rakhmadi.
Salah satu pertimbangan utama proyek ini adalah meningkatnya penggunaan konsep panggung di tengah lapangan atau center stage untuk konser musik internasional. Konstruksi panggung dan peralatan produksi berskala besar berpotensi melampaui kapasitas daya dukung lapangan yang saat ini berada di kisaran 150–200 kg/m².
Tanpa penguatan struktur, beban berlebih berisiko merusak lapisan bawah lapangan dan mengganggu elevasi drainase. Dampaknya bisa berupa genangan air hingga permukaan lapangan yang tidak lagi rata, sehingga kualitas area permainan ikut terpengaruh.
“Komitmen terhadap kualitas lapangan bukan hal baru bagi PPKGBK. Pada tahun 2022, revitalisasi lapisan rumput telah dilakukan dalam rangka menyambut Piala Dunia U-20 2023 dengan melibatkan para ahli dan stakeholder berpengalaman. Proses tersebut mencakup pemeriksaan laboratorium, sterilisasi media tanam, leveling, penanaman rumput, hingga perawatan intensif,” tambah Mokhamad Rofik Anwar, Direktur Pembangunan dan Pengembangan Usaha PPKGBK.
Timnas Indonesia dan Persija Jakarta Harus Mencari Stadion Alternatif

Selebrasi pemain-pemain Persija dalam pertandingan Persija vs Persib di BRI Super League 2026-27 (c) KapanLagi.com/Budy Santoso
PPKGBK menargetkan seluruh pekerjaan penguatan struktur FOP selesai pada April 2027. Selama proses berlangsung, aktivitas sepak bola di lapangan utama SUGBK tidak dapat digelar, sehingga Timnas Indonesia dan Persija Jakarta harus menyiapkan venue lain untuk pertandingan kandang.
Situasi tersebut berpengaruh terhadap agenda Timnas Indonesia yang dijadwalkan menjalani pertandingan kandang FIFA Matchday pada Maret 2027. Persija Jakarta juga harus mencari alternatif karena telah mendaftarkan SUGBK sebagai markas untuk mengarungi BRI Super League 2026/2027.
Meski tidak bisa digunakan untuk pertandingan sepak bola, kawasan GBK tetap dapat menggelar kegiatan non-olahraga. Sejumlah agenda hiburan, termasuk konser BTS pada 26, 27, dan 29 Desember serta penampilan Westlife pada 23 Januari 2027, tetap masuk dalam jadwal.
“Semenjak 30 Oktober 2026 ini rumputnya kita kupas untuk melakukan proyek pemancangan sehingga kegiatan olahraganya tidak bisa dilakukan. Tapi untuk kegiatan-kegiatan lainnya masih bisa digunakan,” kata Rofik.
“Habis ini ada acara Tiberias pada 5 Desember. Tetap kita kasih grass cover. Kemudian nanti BTS di akhir Desember tetap bisa dilakukan. Meskipun tidak ada rumputnya belum kita pasang tetap dipakai grass cover. Westlife juga sama. Kita baru tanam rumputnya pada akhir Januari. Nah kita harapkan April akhir sudah lebih baik dibanding rumput yang dipakai di FIFA Matchday kemarin,” ujar Rofik.
Disadur dari: Liputan6/Thomas